Seminar umrah dan haji backpacker | Mesir
Pada tanggal 22 januari 2020, diadakannya seminar umrah dan haji backpacker di aula gerilya jawa tengah. Pada seminar ini banyaknya mahasiswa Indonesia di Mesir khususnya mahasiswa Al-Azhar yang mengikuti nya, bahkan ada beberapa orang kawan-kawan dari mahasiswa malaysia yang mengahdiri seminar ini.
Mengapa diadakannya seminar ini? Karena banyaknya mahasiswa indonesia yang berada di Mesir ingin melaksanakan Umrah dan Haji backpacker. Dan mengapa mereka ingin melaksanakan umrah dan haji backpacker? Sedangkan kita tahu bahwasannya istilah backpacker itu dipakai untuk orang-orang yang berpergian dengan dana seadanya dan perlengkapan seadanya saja. Nah disini lah kita tau bahwa umrah dan haji backpacker ini memang memakan biaya yang dibilang cukup murah daripada umrah dan haji pada umumnya.
Dinamakan backpacker karena umrah dan haji ini hanya menyediakan tiket dan visa saja selama berada di mekkah. Terus bagaimana dengan penginapan dan makan disana? Kalau soal penginapan dan makan biasanya mahasiswa mencari sendiri dan memilih untuk tinggal di Daar (rumah tinggal biasa) yang low bajet, sama seperti kantong mahasiswa. Untuk makan pun begitu pula ada yang membeli dan ada yang makan bersama jamaah umrah atau haji dari indonesia.
Karena visa yang diberikan lebih lama dari jamaah yang berangkat dari indonesia, visa jamaah dari indonesia diberi paling lama 15 hari, sedangkan mahasiswa yang berangkat dari Mesir diberi visa 30 hari. Maka dari itu, kebanyakan dari mereka yang melaksanakan umrah atau haji sekaligus mencari kerja dengan menjadi tour guide (pemandu jamaah), dorong kursi roda jamaah dan menjadi tour leader.
Di seminar ini juga di jelaskan kepada mahasiswa bagaimana menjadi seorang muthowwif-muthowwifah dan tour leader jamaah ketika pelaksanaan umrah dan haji. Apa itu muthowwif ? Yaitu seorang tour guide (pemandu umrah atau haji) yang bertugas memandu jamaah selama berada ditanah suci. Sedangkan tour leader ialah ketua yang mengomandoi jamaah selama berada di tanah suci.
Mengapa diadakannya seminar ini? Karena banyaknya mahasiswa indonesia yang berada di Mesir ingin melaksanakan Umrah dan Haji backpacker. Dan mengapa mereka ingin melaksanakan umrah dan haji backpacker? Sedangkan kita tahu bahwasannya istilah backpacker itu dipakai untuk orang-orang yang berpergian dengan dana seadanya dan perlengkapan seadanya saja. Nah disini lah kita tau bahwa umrah dan haji backpacker ini memang memakan biaya yang dibilang cukup murah daripada umrah dan haji pada umumnya.
Dinamakan backpacker karena umrah dan haji ini hanya menyediakan tiket dan visa saja selama berada di mekkah. Terus bagaimana dengan penginapan dan makan disana? Kalau soal penginapan dan makan biasanya mahasiswa mencari sendiri dan memilih untuk tinggal di Daar (rumah tinggal biasa) yang low bajet, sama seperti kantong mahasiswa. Untuk makan pun begitu pula ada yang membeli dan ada yang makan bersama jamaah umrah atau haji dari indonesia.
Karena visa yang diberikan lebih lama dari jamaah yang berangkat dari indonesia, visa jamaah dari indonesia diberi paling lama 15 hari, sedangkan mahasiswa yang berangkat dari Mesir diberi visa 30 hari. Maka dari itu, kebanyakan dari mereka yang melaksanakan umrah atau haji sekaligus mencari kerja dengan menjadi tour guide (pemandu jamaah), dorong kursi roda jamaah dan menjadi tour leader.
Di seminar ini juga di jelaskan kepada mahasiswa bagaimana menjadi seorang muthowwif-muthowwifah dan tour leader jamaah ketika pelaksanaan umrah dan haji. Apa itu muthowwif ? Yaitu seorang tour guide (pemandu umrah atau haji) yang bertugas memandu jamaah selama berada ditanah suci. Sedangkan tour leader ialah ketua yang mengomandoi jamaah selama berada di tanah suci.

Comments
Post a Comment